CINTA: ANTARA ANUGERAH TUHAN DAN SETAN

Cinta adalah rekayasa setan untuk penyesatan atau lebih keras lagi, “CINTA ADALAH ANUGERAH SETAN”. Tidak percaya? Coba definisikan tentang praktek cinta, menurut anugerah tuhan, seperti apa? Setan selalu berusaha menyesatkan manusia dalam kompleksitas bentuk dan simbol. Kompleksitas bentuk dan simbol menjadikan manusia susah dan dibingungkan untuk mendefinisikan cinta, dan oleh karena itu susah untuk diaplikasikan sesuai dengan “anugerah tuhan.” Tuhan dalam segala perintahnya selalu sederhana dan lugas. Lalu kenapa cinta susah untuk didefinisikan? Apakah puluhan psikolog, ilmuan, sastrawan dan bahkan agamawan, yang juga susah untuk mendefinisikan tidak cukup menjadi bukti?

Freud mendefinikan semua itu (yang juga termasuk cinta:dorongan naluriah manusia) dalam tiga sistem kepribadian manusia: Id, Ego dan Superego. Id merupakan bagian-bagian kepribadian yang menyimpan dorongan biologis- pusat instink (hawa nafsu— dalam agama). Ada dua instink dominan: (1) Libido—instink reproduksi yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan manusia yang konstruktif; (2) Thanatos—instink destruktif dan agresif. Yang pertama –libido-disebut unsur instink kehidupan (eros), yang dalam konsep freud tidak hanya pada meliputi dorongan seksual, pemujaan pada tuhan, dan cinta pada diri (narcisism). Sedangkan yang kedua—thanatos adalah instink kematian. Id bergerak berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle) dan bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Dia menjadikan manusia sebagai hewan murni.

Ini adalah kunci AS (baca: Asasi Setan) yang digunakan oleh setan. Setan akan selalu merekayasa bentuk-bentuk Id, terutama dalam praktek-praktek cinta. Praktek bisa berupa petting, onani dengan ‘Yang’ bahkan berupa premarital sex (sek pranikah) dengan segala stylenya; putus cinta, cinta pun dengan mudah akan datang, karena ia adalah bentuk libido. Cinta yang seperti itu bukan cinta sesama manusia tapi cinta sama dengan hewan: sebuah distorsi akan makna anugerah itu sendiri. Apakah ini yang kalian namakan sebuah anugrah tuhan? Apa itu anugerah tuhan, jika bentuknya tidak ada bedanya dengan  anugerah hewani/anugerah setan? Tunjukkan cinta yang kalian kata “suci dan anugerah tuhan” dan aku akan mengikutinya dengan kebulatan hati, jika memang ada! 

Ego akan menjempati dorongan Id. Dia menjadi subsistem atau secara sederhana sebagai mediator dari Id, yang menjembatani dorong nafsu dalam kehidupan/realitas. Anda akan mengukur diri ketika Id menjebak Anda pada seorang cewek (jatuh cinta, jika menggunakan kata-kata Anda). Jika Anda—maaf—punya muka pas-pas maka kemungkinan besar Anda, dengan segala pertimbngan ego, akan menarik diri untuk mengatakan secara langsung, dan beralih pada PDKT yang lain seperti melirik tapi membawa hati dalam pandangan sambil berkata, “I love you,” bisa juga,   minimal Anda pasti akan mengatakan dalam hati.

Dan terakhir, superego adalah polisi kepribadian. Superego akan mewakili diri Anda dalam keidealan hidup atau bisa dikatan sebagai hati nurani yang meruapakan pengejawantahan pribadi dari norma sosial-agama dan kultural masyarakat. Superego akan berkata pada Anda, saat Anda sedang berada di area HOTSPOT dengan si Yang, saat Anda akan melanggar batas maksimal dari norma sosial-agama dan kultural masyarakat, dengan lirih sekali berkata, “Jangan sampai ke daerah hotspot, ‘gak boleh, loo!”

Tapi manusia adalah produk dari sebuah kebiasaan (habits make you) dan manusia penemu (inventive man). Saat Anda dan Yang sudah biasa melakukan hal yang kecil, maka Anda akan mahir dan merasa bosan dengan hal tersebut sehingga Id:Libido dan Thanakos akan mendorong Anda untuk menjelajahi ruang-ruang baru yang jauh lebih liar dan fantastis. Hal akan membentuk kebiasaan baru dalam kehidupanAnda. Inilah yang selalu menjadi senjata pamungkas setan dalam menjerumuskan Anda dalam perangka ANUREGAH SETAN, yang sayangnya, Anda anggap sebagai sebuah kesucian dan anugerah tuhan.

In conclusion, cinta bukan sekedar permasalahan tarik ulur antara kepentingan pribadi dan organisasi, profesionalisme. Tapi sudah menukik pada masalah kesehatan mental hati-diri kita. Percayakah Anda?  —Fa, 3 April 2007, Kentingan pukul 14.35.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.